SELAMAT DATANG DI BLOG INI

Jumat, 24 September 2010

komputer dan masyarakat

Paradoks teknologi informasi

Paradoks informasi seolah telah menjadi suatu kata kunci dalam pengembangan teknologi informasi, dimana informasi yang berlimpah perlu didukung sarana atau jaringan komunikasi yang memadai. Tanpa itu, seberapa pun banyaknya informasi yang ada di sekeliling, tidak mungkin kita dapat memperolehnya. Sementara umat manusia dewasa ini akan mengalami kesulitan untuk mundur ke masa lalu dalam memperoleh informasi secara manual, misalnya saja dengan nongkrong berjam-jam di perpustakaan atau mendatangi sumber informasi satu per satu. Karenanya pula bencana gempa di Taiwan mestinya dapat lebih mengingatkan umat manusia untuk terus berinovasi, termasuk dalam membangun jaringan komunikasi yang lebih reliable. Jangan sampai tsunami digital yang terjadi saat ini berulang kembali dengan cerita yang sama dimasa depan.
“Telepon seluler menjadi hadiah gratisan. Peranti lunak dijajakan secara cuma-cuma. Komputer laptop berkemampuan sebesar komputer mainframe. Tatkala teknologi tinggi menjadi teramat murah, produsernya pun harus mencari cara-cara baru untuk meraup keuntungan. Mereka telah mendapatkannya.”

KEAMANAN DI INTERNET

Langkah pertama untuk memahami bagaimana model keamanan WAP bekerja adalah dengan membahas cara kerja SSL dalam mengamankan e-commerce di Internet. SSL menjamin bahwa data dijaga aman dan kecurangan transaksi dapat dicegah.
Ada empat ciri yang berbeda tentang sistem yang aman, yaitu privacy (privasi), integrity (integritas), otenticity (otentisitas), dan non-repudiation (tidak terjadi penolakan). Privasi berarti meyakinkan bahwa hanya pengirin dan penerima pesan yang dapat membaca isi pesan tersebut. Untuk memperoleh privasi, solusi keamanan harus memastikan bahwa tidak ada seorang pun yang dapat melihat, mengakses, atau menggunakan informasi privat ( seperti alamat, nomor kartu kredit, dan nomor telepon) yang ditransmisikan melalui internet. Integritas menjamin pendeteksian adanya perubahan isi pesan di antara waktu pengiriman dan penerimaan. Sebagai contoh, ketika pengguna internet memberi instruksi kepada bank untuk mentransfer Rp 10 juta dari suatu rekening ke rekening yang lain, integritas memberi garansi bahwa nomor rekening dan jumlah yang ditulis tidak dapat diubah tanpa validasi bank atau pemberitahuan pengguna. Bila pesan diubah dengan cara apapun selama transmisi, sistem keamanan harus mampu mendeteksi dan memberi laporan perubahan ini. Dalam berbagai sistem jika terdeteksi adanya perubahan, sistem penerima akan meminta pesan dikirim ulang.
Otentikasi memberi jaminan bahwa semua pelaku dalam komunikasi adalah otentik atau mereka yang dapat di-klaim. Otentikasi server menyediakan aturan bagi pengguna untuk melakukan verifikasi bahwa mereka benar-benar berkomunikasi dengan web-site yang mereka yakini terkoneksi. Otentikasi client menjamin bahwa pengguna adalah orang yang dapat di-klaim. Contoh otentikasi dalam dunia nyata adalah menunjukkan KTP atau Passport untuk pengakuan identitas. Non-repudiation menyediakan metode untuk menjamin bahwa tidak terjadi kesalahan dalam melakukan klaim terhadap pihak yang melakukan transaksi. Dalam dunia nyata, tanda tangan digunakan untuk menjamin non-repudiation, sehingga yang bersangkutan tidak dapat mengelak. Ketika pelanggan berbelanja di supermarket, penunjukkan kartu kredit menjamin identitas pelanggan (otentikasi), sedangkan tanda tangan pada kuintansi menjamin bahwa pelanggan setuju untuk transaksi (non-repudiation).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar