SELAMAT DATANG DI BLOG INI

Selasa, 05 Oktober 2010

Demi Kemajuan Anak Bangsa, Giant Bantu Komputer Untuk 227 Sekolah




Jakarta, pastinews.com.- 23 Juli 2010 Presiden SBY merayakan Hari Anak Nasional 2010 di TMII. Momen hari anak ternyata tanpa makna jika sekadar ceremonial belaka tanpa bukti nyata. Tapi bagi peritel besar seperti Giant Supermarket, momentum hari anak ini dijadikan metode baru  menunjukkan kepeduliannya terhadap masa depan anak-anak Indonesia tanpa harus banyak kata-kata dan retorika.
Giant berencana menggelar “Giant Festival Anak 2010” yang puncaknya nanti akan berlangsung di Plaza  Senayan awal Oktober 2010. Sebagai  rangkaian Festival ini ada tiga program terpadu yang dilaksanakan oleh perusahaan ritel ini yakni Giant Komputer Untuk Sekolah, Giant Happy Kiddies Box dan Giant Kolam Susu.

“Festival anak ini sebagai bentuk program Corporate Social Responsibility (CSR) Giant, yang tidak hanya mencari uang semata namun juga berbagai kepedulian meski tidak terlalu besar,” ungkap Sugiyanto Wibawa, Direktur PT Hero Supermarket Tbk didepan media gathering.
Ia juga menjelaskan topic media gathering focus pada soal CSR / kepedulian terhadap dunia pendidikan, bukan membahas target market share perusahaan, meski ada hubungannya antara laba perusahaan dengan jumlah CSR yang dilaksanakan bagi masyarakat.
Terutama, tambah Sugiyanto, program ini, sengaja difokuskan untuk membantu dunia pendidikan nasional dengan memberikan komputer kepada sekolah-sekolah yang memang benar-benar tidak mampu terutama bagi sekolah yang tidak memiliki fasilitas belajar mengajar.
Sementara itu Vini Radianty sebagai Project Manager PT. Hero Supermarket. Tbk, mengatakan,  program bantuan computer bagi 227 sekolah sejabodetabek ini adalah melalui mekanisme hasil penjualan produk-produk Giant yang dikumpulkan dari struk pembelian para pelanggan/konsumen.
“Kriteria sekolah yang akan mendapat sumbangan dari hasil pengumpulan struk pembelian yaitu sekolah-sekolah yang benar-benar tidak mampu yang ada dilingkungan dimana Giant beroperasi,”jelas Vini saat Media Gathering di Restoran HEMA, TIS Square, Tebet , Jakarta Selatan, Kamis (22/7) siang.
Bagi sekolah yang terpilih sesuai dengan criteria tak mampu tersebut maksimal mendapatkan 3 unit computer sesuai dengan jumlah point yang berhasil dikumpulkan. Sementara satu unit computer bila berhasil mengumpulkan minimal 300 pint, satu point adalah setara dengan Rp. 100.000,-
Progran CSR Giant dengan kepedulian memberikan bantuan computer terhadap lembaga pendidikan se-Jabodetabek ini, direncanakan bakal mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).
Menurut penilaian MURI, program CSR Giant ini ternyata baru pertama kalinya digelar oleh peretail nasional yang peduli dengan dunia pendidikan yang memberikan perangkat komputer demi kemajuan anak bangsa.

Jumat, 01 Oktober 2010

Masyarakat Mulai Pilih Produk Komputer Branded



SURABAYA - Warta Indonesia : Besarnya pasar Indonesia akan produk komputer, menyebabkan berbagai produk komputer dengan aneka merek mudah diterima pasar. Data terbaru dari IDC menunjukkan jika tahun 2009 lalu pengguna komputer dari kalangan home (rumah) sebesar 49%. Angka itu kemudian melonjak menjadi 64% dipertengahan tahun 2010 ini.

Dari lonjakan itu, ternyata 70% pengguna komputer saat ini khususnya jenis notebook merupakan pengguna produk komputer bermerek internasional (branded). Sehingga menjadikan Indonesia sebagai pasar notebook branded terbesar di Asia Pasifik.

Managing Director Branded IT Store, Nathan P Suwanto mengatakan, hal ini dapat terjadi karena kini masyarakat sudah jeli dan paham memilih produk notebook berkualitas. "Dulu memang masyarakat sempat tergoda dengan beraneka produk notebook non branded yang murah meriah. Namun seiring berjalannya waktu dan pemakaiannya, masyarakat mulai kesulitan ketika memerlukan perbaikan notebooknya. Artinya, produk non branded tersebut sangat minimnya dukungan teknisnya. Sehingga akhirnya masyarakat secara jangka panjang merasa dikecewakan," ungkapnya di Surabaya, Jum'at (20/8).

Bahkan menurutnya, jika dikatakan produk notebook branded lebih mahal dari notebook non branded, itu hanya kesan diawal. Karena membeli produk IT semacam notebook yang harus diutamakan adalah segi keamanan data dan kenyamanannya. "Banyak pengguna yang mengeluh ketika notebook (non branded) trouble, data-data ikut rusak alias tidak bisa diamankan," tukas Nathan.

Sedangkan soal selisih harga antara notebook non branded dibanding produk branded, Nathan menegaskan itupun tidak bisa dijadikan patokan. "Karena percuma saja jika produk yang sudah kita beli akhirnya justru menjadi beban dengan biaya perbaikan rutin yang tidak tentu sedikit. Ini berarti kita tidak nyaman memilikinya," imbuhnya